1999
ingin rasanya ku kembali ke 1999.
Jika Allah SWT mengijinkannya, bahkan kalaupun harus ku bayar dengan nyawaku.
Ingin meminta maaf pada ayahku.
dan ingin ku rawat ia sepanjang waktu.
Keadaan menunjukkan padaku kini, kesedihan yang dialami ayahku.
Yang mana aku tidak menyadarinya di waktu itu.
Hanya bisa membuka dan mengedipkan mata.
tidak ada hal lain yang bisa dilakukan,
bahkan bicara pun tidak.
Aku menyesal dengan semua hal yang aku lakukan.
Jika aku mati, ingin sekali ku peluk ayah di alam sana dan meminta maaf.
Sering aku bersyukur karena aku bukan orang berada. Karena jika aku orang berpunya, aku mungkin akan terlena, lebih lupa lagi dengan segalanya, bahkan Tuhan.
BalasHapusTerkadang terasa sangat berat. Namun selalu aku kembalikan pada diriku bahwa ini mungkin yang dirasakan ayahku, bahkan mungkin lebih berat
BalasHapus